READ MORE >> Diary Ulang Tahun.

Bangun tidur di pagi hari tanggal 18 Desember ini, seperti biasa, Malik langsung menangis minta dipeluk bunda. Tapi, bunda menyuruh Aik menunggu sebentar. Ternyata kemudian bunda membawakan sesuatu. Apa ya? Oh… kue ulang tahun Malik sudah jadi. Hi…hi… Aik senang sekali. Aik langsung memandangi kue itu dan tersenyum-senyum sendiri. Kuenya lucu, ada foto Aik sedang naik mobil Muck, dan ada rumah beserta para snowman. Ceritanya Aik sedang berulang tahun di musim salju. Tentu saja ada lilin ulang tahun “Segini…drie…een, twee, drie…” kata Aik sambil mengacungkan dan menghitung ketiga jarinya.Acara ulang tahun kali ini, hanya ada ayah, bunda dan mbak Lala. Tidak seperti tahun sebelumnya yang selalu ramai karena ada yangkung, yangti, masi fiki, bude Ning, semua keluarga dan para tetangga. Tapi Aik tetap senang koq. Sebetulnya Aik bingung, kenapa acara ulangtahunnya disatukan dengan mbak Lala. Padahal, mbak Lala selalu bilang “Mbak Lala yang duluan Ik, mbak Lala kan bulan Desember, Aik bulan Januari…” Tapi karena Ayah bunda tak mau Aik iri, dan supaya bunda tak repot dua kali, jadilah acara ulangtahunnya disatukan.

Jam 4 sore, Aik diajak keluar rumah bersama ayah, bunda dan mbak Lala. Aik senang sekali menginjak-injak air yang tergenang dengan sepatu bot Bob milik Aik. Setiap ada air tergenang, Aik pasti berlari dan menginjaknya sambil tertawa riang. Begitu sampai di tempat menyeberang, Aik dan mbak Lala langsung berebutan memencet tombol bagi orang yang mau menyeberang. Setelah itu Aik dibelikan bibit bunga oleh ayah.
Sepulangnya membeli bibit bunga, Aik diajak mendekorasi ruangan oleh ayah, tapi Aik sudah tak tahan, Aik rewel dan kemudian tertidur lelap di pangkuan bunda. Sekitar jam 19.30 malam, Aik terbangun. Aik menangiiis terus ingin dipeluk bunda, padahal bunda sedang menyelesaikan kegiatan menghias tumpeng. Tapi Aik tak peduli, pokoknya Aik ingin dipeluk bunda. Lalu sambil dipeluk di sofa, Aik melihat ruangan yang sudah berubah menjadi banyak warna-warni. Kantuk Aik mulai hilang, dan Aik mulai senang bermain lagi. Aik sudah tak sabar ingin segera meniup lilin dan membuka hadiah milik Aik.

Wah acaranya sudah dimulai. Aik senang deh bergaya di depan kamera. Aik juga selalu merengek kepada ayah untuk menjadi tukang foto. Aik bisa lho jepret sana jepret sini memakai kamera ayah. Tapii lama-lama Aik bosan difoto terus. Untung acaranya segera berganti dengan tiup lilin. Wah ayah meletakkan banyak lilin di atas karpet. Semua lampu dimatikan. Aik dengan gembira meniupi semua lilin yang ada di karpet. Hi hi tentu saja ayah kerepotan harus menyalakan kembali lilin-lililn itu.
Sewaktu giliran Aik meniup lilin ulangtahun, Aik kesal, karena lililnnya tak mati-mati. Mbak Lala ingin membantu, tapi selalu dimarahi oleh Aik “Mbak Lala! jangan!” Akhirnya…horeee… Aik berhasil meniup lilin Aik. Psstt padahal, bunda membantu meniup tanpa sepengetahuan Aik lho. Aik juga senang menyanyikan lagu happy birthday dalam 3 bahasa. Oya, Aik tak lupa berdoa, “Ya Allah…terus apa yah…Aik mau jadi anak pinter , terus apa bun…dan sholeh… amin” He he…lucu ya, doa Aik diselingi pertanyaan ke ayah bunda.


Nah, setelah itu Aik makan tumpeng bersama sambil mendengarkan cerita bunda tentang Aik dan mbak Lala sewaktu bayi. Aik suka sekali mendengarnya. Aik ingat lho waktu bunda bercerita tentang cable car di Singapura. Aik langsung lari mengambil foto cable car yang tergantung di dinding. Padahal kan waktu itu usia Aik baru 4 bulan hi hi. Tapi diceritakan seperti itu membuat ingatan Aik muncul barangkali.
Sewaktu main detektif usai makan malam, Aik berhasil menemukan hadiah-hadiah itu. Ada yang dibalik bantal, ada juga yang dibalik meja. Tentu saja Aik antusias sekali mencari semua hadiah itu. Lalu ayah menyuruh Aik menempelkan tangan Aik di selembar kertas. Tangan Aik menjadi berwarna biru, warna kesukaan Aik. Tapi tak usah khawatir, bunda langsung membersihkannya koq.
“Inilah dia…Bob Aik… akan menyanyikan lagu…Bob de Bauwer…” Wah…wah Aik cepat sekali menyanyikan lagu itu, berulang-ulang. Sayangnya, saking cepatnya ayah bunda dan mbak Lala jadi tak menangkap kata-kata nya hi hi. Ketika disuruh menyanyikan lagu lain, Aik protes. Oya, Aik juga berjoget seperti mbak Lala sebelum menyanyi.

Nah setelah itu, barulah Aik membuka hadiah. Wow… hadiah Aik juga banyak. Ada 7, sama seperti mbak Lala. Aik paling suka hadiah mobil scoop. Tapi… tidak juga, Aik suka semua. Terbukti waktu mau berangkat tidur, Aik membawa semua hadiah Aik ke tempat tidur. Buku, tas, kotak peralatan dan mobil scoop semua berjejer di dekat tempat tidur Aik. Ck…ck…ck… takut hilang ya ik…hi hi… Selamat bobo Aik…mimpi yang indah ya sayang….

READ MORE >> Diary Ulang Tahun.
budening says:
aduh… aik lucu. cakep… 3 tahun udah gede ya…
maafin bude ya… waktu ulang taun cuma inget aja… gak bisa buatin kue ulang taun buat aik…
bude sayang sama aik