READ MORE >>   Uniknya Diriku.

Aik-senyum.jpg
“Aih…aih…senyumku lucu banget kan…”

Menurut orang-orang disekitarku, aku ini suka senyum, seperti ayah kali yaa. Kata bunda, aku termasuk anak mudah. Ya walaupun ketika usiaku 2 tahun, bunda tetap kerepotan dengan ulahku sih. Aku semakin sering melawan. Aku juga menjadi egois, semua barang rasanya menjadi milikku. Aku mulai sering memukul dan bilang nakal atau jahat, bila milikku terganggu. Tapi, bunda selalu dengan sabar memelukku dan menenangkan aku kalau aku sedang marah.

Aku sayaang sekali sama bunda. Setiap hari aku juga sering sekali bilang sayang sama bunda “Bunda, Aik sayang sama bunda…” Kadang-kadang, aku juga sering panggil bunda mama, mami, bunda kucing, mama tikus, atau mama binatang apa saja yang aku suka. Hi hi lucu ya… Pokoknya kalau aku sedang ingin bermanja-manja di pelukan bunda, aku langsung merubah suaraku seperti bayi dan aku langsung bilang sama bunda “Mama…aku sayang sama mama…” Bunda pernah hitung lho berapa kali aku bilang sayang sehari. ternyata 20 sampai 30 kali sehari. Hi hi bunda…bunda… kurang kerjaan barangkali sampai sempat-sempatnya menghitung seperti itu.Oya, kata bunda aku punya kebiasaan khusus sebelum tidur. Aku selalu membawa barang-barang kesayanganku ke tempat tidur. Dulu waktu di Bandung aku suka sama boneka tingtong. Tapi sejak tinggal di Groningen dan mendapat boneka tikus dari profesornya ayah, aku jadi sayang sama si tikus. Dia selalu menemani aku tidur. Tapi kadang-kadang, aku juga membawa si bob, si anjing, mobil-mobilan baru, buku kesayanganku atau apa saja yang aku suka untuk kubawa ke tempat tidur.

Aik-samabuku.jpg Aik-samapenggoreng.jpg

Aik-sama-pisang.jpg Aik-sama-tikus.jpg

Kalau aku belum mengantuk, setelah acara bercerita selesai, bibir mungilku ini pasti tak bisa berhenti ‘berkicau’. Kadang-kadang bunda menyuruh aku mengunci mulutku. Tapi aku kan belum mengantuk, jadi tetap saja aku berbicara apapun sesukaku. Setelah aku mengantuk, baru aku diam dan kemudian tertidur. Aku tak bisa tidur kalau tak ada bunda. Aku selalu ingin dipeluk bunda. Setiap malam, aku pasti terbangun, menangis mencari bunda. Sejak yangkung dan yangti tak ada, aku jadi lengkeeet sekali sama bunda. Padahal dulu aku lengketnya sama yangkung sewaktu di Bandung. Aku sering di gendong pakai selendang dan diajak jalan-jalan ke toko burung di depan rumah hihi asyik deh.

Sekarang, sejak tinggal di Groningen, di rumah aku hanya bisa bermain dengan ayah, bunda dan mbak Lala. Setiap hari aku pasti berebut mainan dengan mbak Lala. Kadang aku memukul mbak Lala, bilang mbak Lala nakal, jahat atau kadang aku merebut apapun dari tangan mbak Lala. Hi hi kalau lagi sehat aku memang suka jahil, selalu ingin menggoda mbak Lala. Mainan di tangan mbak Lala sengaja aku ambil dan aku bawa lari. Kadang-kadang aku juga sengaja menubruk mbak Lala atau menarik-narik tangannya. Tapi aku sayang sekali sama mbak Lala, aku sedih kalau mbak Lala bilang”Mbak Lala nggak sayang sama Aik”. Untung hanya sebentar, setelah itu kami pasti bermain lagi seperti biasa.

Aik-mainsamalala.jpg

Hmm begitulah cerita tentang keunikanku hingga hari ini, hari Kamis, tanggal 30 Desember 2004. Kata bunda, dengan mengetahui keunikanku, aku akan semakin mengenal diriku. Sehingga aku akan tahu jalan mana yang akan kupilih jika aku besar nanti.

  READ MORE >>   Uniknya Diriku.


One Comment on “Sifat dan Kebiasaanku”

Comments on this entry are closed.