READ MORE >>   Evaluasi Perkembangan.

Menyesal

Pulang sekolah, Malik selalu rewel karena capek dan ngantuk. Tadi siang juga begitu. Malik ngajak mbak lala main, tapi mbak lala nggak mau karena capek. Malik lagi bawa mainan palu. Tiba-tiba saking keselnya, kepala mbak Lala digetoknya pake palu, plethook! “Huaaa….” kontan mbak Lala nangis. Bunda tentu aja langsung bereaksi. Sudah seminggu ini kami selalu bikin kesepakatan kalau Aik berbuat kesalahan, ayah bunda akan diemin Aik selama 2 menit. Selama itu Aik diminta mikir apa kesalahan yang telah Aik lakukan. Jadi bunda langsung menjalankan kesepakatan itu,” Dua menit bunda nggak bicara sama Aik ya.”

Sampai hari ini aksi diam 2 menit itu manjur lho. Aik selalu merengut, dan akhirnya…tentu saja..minta maaf! Tadi juga gitu. Aik diem beberapa saat, habis itu dia langsung bilang,”Maafin Aik…huaa…” Tangisnya tak pernah ketinggalan. Karena sesudah minta maaf Aik masih ngomel nggak karuan, bunda bilang lagi sama Aik,”Bunda belum akan ngomong kalo Aik masih marah Ik.”

Eh nggak taunya, Pletak! Pahanya bunda dipukul juga pake palu sama Aik. Untung bunda lagi dalam kondisi oke, jadi bunda adem ayem aja. Dengan cool bunda bilang gini ke Aik,”Oke, sekarang bunda nggak bicara sama Aik 5 menit, sampe jarum panjang di angka 11.”

Aik tambah cemberut. Tapi nggak lama dia menghampiri bunda dengan air mata berderai,”Huaa…maafin Aik… huaa….”

“Oh, anak bunda sayang, Aik merasa apa Sayang?” bunda tanya sambil peluk Aik

“Menyesal…hu..hu…hu…Aik menyesal karena udah pukul bunda hu..hu..hu…”

“Wah…pinter, anak yang menyesal disayang Allah banyaak sekali. Lain kali nggak diulangi lagi ya sayang…”

Setelah itu, Aik minta apel. Sambil merem melek, dikunyahnya apel itu sampai habis. Hingga tak lama kemudian….zzzz…..

Ealah..anak bunda yang udah tahu rasanya menyesal ternyata rewel karena betul-betul ngantuk! Sebelumnya Aik nggak pernah lho bilang kata menyesal langsung dari mulutnya sendiri, harus dipancing-pancing dulu. So, hari ini perbendaharaan Aik tentang dunia emosi bertambah satu. Alhamdulillah…

  READ MORE >>   Evaluasi Perkembangan.


No Comments on “Menyesal”

Comments on this entry are closed.