READ MORE >>   Spiritual.

Masih inget kan pertanyaan Aik tentang Allah terbuat dari apa, angin atau cahaya? Nah kemaren sewaktu lagi makan di meja makan, bunda ngingetin ayah untuk menjawab soal ini. Tapi karena pemahaman mbak Lala udah bertambah, mbak Lala bilang,”Allah terbuat dari semua, betul kan Ayah?” Eh tiba-tiba Aik langsung teriak protes,”Mbak Lala fout (salah)!”

“Kenapa to Ik koq langsung marah gitu?” tanya bunda.

“Karna mbak Lala bilang begitu! Mbak Lala itu Allah? (dengan nada suara menyalahkan) Ayah itu Allah? (masih dengan nada yang sama) Aik itu Allah? (nadanya semakin menyalahkan hehe) Bukan!”

“Manusia nggak ada yang tau Allah terbuat dari apa Ik,” ayah langsung menengahi.

“Allah terbuat dari niks (bukan apa-apa)!” Aik masih galak karena tetap ingin pendapatnya yang benar kali ya, tapi suaranya terdengar pelan.
“Oh iya Aik betul sekali, Allah terbuat dari niks.” Bunda langsung meneguhkan Aik.

“Tapi kita bisa tau Allah terbuat dari apa nanti di surga.” Oalah mbak Lala pinter sekali menambahi.

“Iya La betul sekali. Tapi Aik juga pinter pengen tau tentang Allah. Seperti nabi Ibrahim yang mencari siapa Tuhannya itu lho. Inget kan Aik…” Ayah pun kembali mengulangi cerita nabi Ibrahim. Dan Aik memainkan legonya sambil serius mendengarkan ayah bercerita.

[...]

Setelah dibacain lagi cerita ini, Aik menambahkan:

“Maksud Aik, Allah terbuat dari niks (bukan apa-apa), karena harus dilihat dulu nanti di surga,” kata Aik.

  READ MORE >>   Spiritual.


No Comments on “Allah terbuat dari niks”

Comments on this entry are closed.