Sudah seminggu ini Aik batuk pilek lagi. Batuknya terutama pada malam hari. Setelah pulang dari liburan ke Rotterdam dan Denhaag, ternyata batuknya tambah parah.
Saat diperiksa oleh dokter Wimengga tadi, Aik pintar sekali. Aik langsung menarik napas dalam-dalam waktu stetoskop si dokter diletakkan di dadanya. Dokter bilang, suara di paru-paru Aik menunjukkan adanya iritasi atau inflamasi barangkali ya. Tapi Aik belum didiagnosa Asma, baru typikal asma, lebih ringan daripada asma betulan. Katanya diagnosa asma baru ditegakkan kalau setelah 2 tahun sejak Aik diperiksa, ternyata pola penyakitnya sama dan tak ada perubahan.
Wah, padahal di Bandung, Aik sudah didiagnosa asma oleh dokter Alex, karena waktu itu betul-betul ada wheezing dan sesak megap-megap. Entahlah, beda peraturan barangkali. Tahu sendiri kan dokter disini, sangat hati-hati tampaknya. Obat yang diberikan, tetap sama. Dan, si dokter wanti-wanti agar bunda tak lupa memberi flixotide setiap hari, 2 kali sehari, seterusnya entah sampai umur berapa. Kasihan juga kan Aik harus menyedot obat terus setiap hari. Tapi efek sampingnya hampir tak ada katanya. Hanya sedikit iritasi di mulut setelah menghisap flixotide. Jadi, dokter menganjurkan agar obat disedot sebelum Aik sikat gigi. Setelah itu jangan lupa Aik disuruh berkumur.

Recent comments